Senin, 04 April 2016

Hasil Karya Cerpen Mahasiswa PGSD UNIKU, yang Berjudul "Dia adalah Ghufransku"



Karya : Rita Nalurita
kelas  : 2B 

Dia adalah Ghufransku...
Saat ini pukul 14.35 WIB tanggal 19 maret 2016, di Toko Tank Baja Outdoor lah saya menghabiskan paruh waktu saya untuk  menjaga toko ini agar tidak kemalingan oleh seorang maling. Ini adalah cerita saya dimana cerita ini terinspirasi dari salah satu novel papah pidi baiq, kalian pasti tau dengan nama beliau jika tidak, kalian akan menyesal sama seperti halnya kalian menyesal mengenali saya.  Nama saya  Lintang purnama, sebut saja raskal karena terkadang orang tidak kenal dengan seorang Lintang Purnama saat berbicara dengan seorang “RASKAL”. Sengaja saya membuat cerpen ini anggap ini sebagai pengalih kegiatan rindu saya terhadap ghufrans.
1.      CANDRADIMUKA
Sekolah favorit pada tahun 2009-2010 SMA N 3 Kuningan, ini adalah sekolah tercintaku dimana semua berawal dari sma 3. Sekolah yang bagus dengan lapangan yang cukup luas, kantin yang selalu ramai saat jam istirahat dan bangunan kelas IPA dan IPS yang terpisahkan mampu melihatnya dengan jarak yang cukup jauh. Ohh ia Aku lebih memilih jadi anak IPS karena bagiku semua pelajaran yang menyangkut IPA adalah membosankan, di kelas X D lah aku ditempatkan. .
Pada saat itu disekolah sedang ramai membicarakan demo eskul, bingung juga nanti aku pilih eskul apa yah. Karena eskul ini menyangkut nilaiku nanti. Ada satu eskul yang menarik orang-orang biasanya menyebut dengan sebutan Pecinta Alam, orang-orang yang masuk eskul ini menampilkan beberapa aktrasinya dengan menggunakan tali yang disebut karmantel dan alat-alat mountenering lainnya. Keren bangetttttt, wait....wait.....yang tampil itu siapa yah?
“des, itu cowok keren banget ya?”, sahutku pada desi sohibku. Kita kenal cukup lama dari awal masuk smp dan sampai sekarang.
“yang mana si?” jawab desi sembari penasaran menatap semua personil yang sedang tampil di depan lapang.
“itu yang barusan turun pakai alat, yang baju seragamnya keluar tuh”, sambil ku tunjuk cowok itu memperlihatkan agar desi melihatnya.
“ohhhh yang itu, mmmmm lumayan”, sambil mengernyitkan dahinya.
“yahhhh lumayan doang, gak asik kamu des. Eh eh bukannya itu teh ria yah yang alumni smp 4 itu yah?”, kata ku kaget karena melihat teh ria di depan lapang, dan dia adalah salah satu personil dari eskul Pencinta Alam itu.
Di kota kami sebutan teteh atau teh itu sebutan untuk kaka perempuan atau seorang perempuan yang umurnya lebih tua dari kita, karena kami asli orang sunda jadi kami menyebutnya dengan sebutan teteh. Gitu bor ...ngerti kan?!!! Lanjutttttt
“eh ia bener, teh ria tuh. Wih hebat tuh cewek ikut eskul yang begituan. Kal masuk eskul itu aja yuuk?” ajak desi padaku dengan semangat.
Kami pun akhirnya masuk eskul itu, sebuah organisasi yang bernama CANDRADIMUKA (CD)  club pendaki gunung dan penempuh rimba. Gak nyesel aku masuk club ini, ternyata CD ini terkenal sampai kota Bandung dengan Pendidikannya (plantikan) yang cukup keras. Bangga sekali aku menjadi anggota CD.
Hampir satu tahun aku menjadi anggota CD, susah senang aku jalani bersama angkatanku. Yang beranggotakan 11 orang ternyata temanku desi ia nyerah begitu saja untuk meneruskan club ini, yang tersisa teman dekatku hanya devi si cewek anak mamih tapi tak ku sangka dia tangguh untuk berjuang bersamaku.
2.      Dia adalah ghufrans
Aku sangat semangat jika harus kumpul club ini karena bagiku disinilah tempatku, dan disini lah saudaraku. Orang-orang tangguh dengan karakternya masing-masing, bahkan karena ada seseorang yang aku kagumi juga  yaitu asep fajar,  dia yang lumayan tampan dan tinggi aku pikir karena itulah aku menyukainya. Dan orang-orang reseh, gokil, jorok, yang membuatku nyaman tanpa kata bosan. Aku cukup terkenal dikalangan alumni CD ini bukan karena cantik ataupun pintar, jauh sekali rasanya jika karena itu alasannya. Mungkin karena sifatku yang tidak kenal rasa malu dan mudah bergaul jadi tak ada rasa sungkan untuk berbicara dengan siapapun. Ini bukan bermaksud untuk menyombongkan diriku sendiri bor, karena apa yang harus saya disombongkan? Jika kalian kenal akupun kalian akan berbicara seperti itu.
Cowok item, tinggi, berambut ikal, dengan ketawanya yang bagus dia adalah makhluk yang slalu membully ku dengan perkataan yang cukup sadis. Ingin skali melemparnya dengan kotoran sapi misalnya, jika kalian mengenalnya kalian pun akan sama seperti halnya yang ingin aku lakukan padanya. Tak adil rasanya bila tak ku balas bullyan nya. Tapi apa daya jika sudah melihat ketawanya yang cukup puas, aku hanya bisa jongkok dan melempar sandal ke wajahnya. Dia adalah Ghufrans, Ghufrans Fathurakhman anak IPA dengan kaka yang bernama gege yang berparas ganteng, putih, tinggi beda jauh sekali dengannya. Karena kakanya yang dipanggil gege dia mendapatkan sebutan gogo. Kakanya pun sama masih anggota CD tapi dia sudah lebih dulu menjadi alumni.
“a itu siapa yang kulitnya putih?” tanyaku pada alumni yang bernama riyan dengan sedikit berbisik. (di orang sunda a atau aa adalah sebutan untuk kaka laki-laki, kebalikan dari sebutan teteh).
“yang mana? Yang ganteng itu?”. Dengan nada suara yang agak keras, membuat orang yang ada diruangan itu berbalik melihat kita berdua. Memalukan sekali rasanya.
“ssuuttttt..pelan-pelan bisa kali!! Ia siapa dia?”, pintaku dengan nada yang kesal tapi tetap dengan berisik.
“ohahahahah itu a gege kakanya ghufrans”. Nada suara riyan makin keras, dengan suara tawanya.
Haaahhhh???? Kakak ghufrans? Buset dah beda banget. Ganteng bener kakanya, lah ghufrans item begitu. Ghufrans ade kandung apa bukan tuh? Dalam hati sampe nanya gitu, coba deh kalau kalian liat perbedaan ghufrans sama kakanya pasti sama bakal gak bisa mangap tuh mulut, gara-gara gak percaya, seriusan ini gak bohong. Aku orangnya jujur gak suka bohong, kalo bohong kan dosa. Pas riyan jawab pake nada keras, tiba-tiba.....
“hehh...gandeng siah !!”. ( artinya hehh..berisik kamu. Itu memakai bahasa sunda). tiba-tiba alumni yang duduk di depan kita berbalik, dengan nada yang kesal. Tapi tidak sekesal yang kalian bayangkan yah, alumni itu masih dengan nada tertawa menyuruh kita untuk diam.
“Hahahahahah”, kita pun tertawa bersama melihat kekonyolan yang kita buat.
“hampura-hampura a, ieu si raskal nanya wae tuda. Haha”. jawab riiyan dengan ketawa keras. (artinya: maap-maap a, ini raskalnya nanya mulu). 
Orang-orang terus berbalik ke arah kita, gubbrraaakkkk si riyan pake nyebutin nama segala lagi. Ketauan kan ngepoin tuh orang, ok fine. Aku diem sekarang gak ketawa, kesel yang ada.
Entah berantah dari mana awalnya, pada saat itu aku sering banget bor kontekan sama ghufrans, pembahasannya tentang apa aku gak tau, lupa. Maklum udah lama banget, dulu jamannya smsan belum ada aplikasi bbm, ataupun instagram. Tapi aneh nya ni yah? Aku kan sukanya sama asep bor bukan sama ghufrans ko masa ia aku kontekannya sama ghufrans?? Entahlah, mari dilanjut..
3.      Perpisahan
Pada saat itu tahun 2010-2011 ghufrans yang menjabat kakak kelas, dia akhirnya lulus dengan nilai yang cukup baik, mungkin... acara perpisahan pun tiba, tepatnya di GOR ewangga, jaraknya tidak jauh dengan sma 3, hanya beberapa meter dengan jalan kaki pun sudah sampai ke tempat GOR  itu. Semua kakak kelas pun sudah terlihat berkumpul di dalam gedung dengan pakaian kebaya yang cantik dan kemeja yang mewah, dengan panggung yang didekor sedemikian rupa menjadi terlihat mewah acara itu. Di atas tangga itu aku duduk, melihat kakak kelas yang sibuk dengan dandanannya masing-masing, terlihat sosok ghufrans yang menggunakan jas hitamnya menjadi terlihat semakin hitam kelam namun tetap gagah. Amat senang sekali dia, berfoto dengan beberapa temannya, bercanda bersama. Terlihat meski jarak yang lumayan jauh, aaahhhhhhh sial kenapa aku jadi memandangnya seperti itu yah? Ayolah kal dia itu hanya pria yang menjengkelkan.
Upacara adatpun dimulai semua lulusan berbaris dengan tertib, begitupun dengan semua guru. Ditemani lagu sunda yang bertema perpisahan, suasana yang riang kini jadi haru, tak sedikit orang-orang yang berada dalam gedung itupun menangis. Dan aku sendiri???? Rasa apa ini? Tiba-tiba sakit, seperti ada palu yang memukul, sesak sekali rasanya. Ingin ku protes tentang rasa yang aku rasakan, tapi pada siapa? Jika kalian ada diposisiku pun akan seperti itu, menjadi bodoh tanpa kalian sadar.
“kal sedih beud ya? Bentar lagi kita kelas XI, gak kerasa banget ni waktu”. Sambar temanku yang membuyarkan lamunanku.
“iya yah”. Jawab ku singkat, karena malas dan bingung harus menjawab apa lagi.
Perpisahan sudah selesai, sosok ghufrans disekolahpun tak akan ada lagi. Hanya akan ada di CD itu pun jika ia kumpul. Ok fine, itu bukan masalah bagiku masalahku sekarang adalah sekolah dengan baik dan bisa mengatur tugasku agar tidak bentrok dengan eskulku. Dan mengatur strategi baru untuk lomba-lomba yang aku hadapi. Kegiatan ku bergelut dibidang alam wajar saja jika aku lebih membicarakan tentang alam karena aku seorang penggiat alam. Kenapa kamu tak suka? Yasudah jangan dibaca, bereskan? Lanjut
4.      Lomba
Universitas Kuningan Fakultas Kehutanan setiap tahunnya selalu mengadakan lomba untuk Penggiat Alam, atas nama SMA 3 Kuningan dan CANDRADIMUKA aku dan beberapa temanku selalu mengikutinya. Diantara kita pasti saja ada yang menang, tidak ada yang tidak menang. Karena itu lah club kami cukup tersohor dikalangan penggiat alam lainnya. Lomba mountenering, aku daftar dengan peserta nomor sekian, lomba pun dimulai tepatnya di Jembatan Citangtu, pada saat aliran sungai lumayan besar. Dengan susah payah aku melewati beberapa rintangan, kalian bayangkan saja, keadaan baju basah harus naik dengan beberapa alat yang cukup banyak harus kita pilih untuk kita kenakan, frusiking namanya. Naik dengan membawa beban badan kita dan ditambah baju yang basah. Jika kalian ada diposisiku mungkin kalian akan memilih untuk menggantungkan diri saja.
“kal....pakai alat yang itu”. Teriak kaka kelas yang sudah ku anggap kakaku sendiri, yaitu ihsan sadut si ciblo. (dipanggil ciblo karena mukanya yang kadang ngeselin udah kaya orang bego, datar bener, serius. Tapi dia ganteng, katanya).
“kal....atuh kabener cara naekna!!!”, (artinya: kal yang bener teknik naiknya), teriak orang tua dengan nada yang greget yang bernama mamang erwin permata. (mamang di basa sunda itu paman).
“kal....naiknya yang cepet”. Teriak riyan.
Orang-orang enak banget nyuruh, teriak dengan nada semaunya. Aku yang cuma bisa berusaha ngedengerin beberapa orang yang berteriak dan menyuruhku yang membuatku bingung, bodo amat gak akan aku hiraukan kicauan mereka. Dengan caraku sendiri akhirnya sampai juga ke atas jembatan.
“kumaha frans? si Raskal aya harapan meunang teu?” tanya mamang pada ghufrans, pada saat itu kebetulan ghufrans membantu panitia karena Fakultas Kehutanan adalah Fakultasnya dia sendiri.
“ada lah insyallah...banyakin do’a sama istigfar aja kal hahaha.” Jawab ghufrans ketawa puas sambil meledekku dengan guyonnya.
Pada saat itu aku mendapatkan harapan satu. Sedih sih karena pada saat itu orang yang mendapatkan juara 1 nya tidak sah karena dia bukan anak sekolahan. Seharusnya aku juara 3, jengkel sekali bukan? Ok tak apa tetap bersyukur dengan yang aku miliki.
Beberapa bulan kemudian Universitas Kuningan mengadakan perlombaan lagi, yaitu Lomba Lintas Alam (LLA) aku dan teamku pun mengikutinya.
“kal...!!!!”. seseorang memanggilku, sambil berjalan mendekat dengan membawa botol minum.
“heyyy, apa kabar a?” tanya ku balik dengan nada gugup yang kusembunyikan, ternyata yang memanggilku ghufrans, rasa senang bertemu dengannya kah atau hanya rasa senang karena masih ada yang mengenaliku di acara itu, karena dari tadi tidak ada satupun yang mengajak bicara pada kami.
“pokonya semangat, dilintas alam nanti kejar point yang lebih tinggi, lihat waktu jangan sampai melebihi batas waktu kalian, karena akan dikurangi nilai, dan jangan membuang waktu kalian juga, intinya liat waktu”. Katanya menasehatiku.
“hhhmmmm”. Jawabku singkat.
“aa duluan yah? Semangat !.” Katanya  Sambil memberikan botol minum itu padaku.
Ingat bener, pada saat itu ghufrans bersama cewek cantik yang entah siapa, naik vespa berduaan. Berlalu begitu saja, dengan cepat dia pergi sembari senyum-senyum bahagia. Aku tersenyum meliat mereka berdua, bahagia sekali rasanya mereka. Tapi rasanya tak rela ia berduaan seperti itu, harusnya aku yang duduk disana. Mengenang dulu yang sering bercanda tawa sama-sama sekarang bersama orang lain, itu rasanya tak mungkin untuk direlakan begitu saja. Tuhaaaaaan picik sekali pikiranku, maapkan ghufrans, ini hanya perasaan yang aneh saja. Bukan apa-apa, maap. Harusnya aku fokus saja pada perlombaaan.
Perlombaan berakhir, teamku kalah. Tak ada waktu untuk tertawa, lelah sekali rasanya. Aku pulang dengan kecewa, dikepala ku dipenuhi dengan pertanyaan siapakah cewe tadi yang bersama ghufrans?? Pacarnya kah?? Aahhhhh sudahlah ku lanjutkan aktifitasku dengan beristirahat, tidur sepulas mungkin.
5.      Ghufrans menghilang
Kelulusan sudah menantiku, acara perpisahan sudah berakhir. Aku harus menentukan masa depanku, setahun aku kerja di kota Bandung demi mengumpulkan uang kuliah ku. Terkumpul sudah uang untuk pendaftaran, kini aku fokuskan pada kuliah, tak ada nama ghufrans yang ada hanya nama pacarku dan entah siapa itu asep aku abaikan meskipun dia pernah mengechat ku dalam inbox fb.
Penasaran ku buka fb, akhirnya ku chat ghufrans dengan alasan curhat menanyakan sebuah fakultas di kampusnya. Sama sekali tak direspons. Menyesal sekali aku, beberapa bulan ku sempatkan waktu ku untuk pulang ke Kuningan, kebetulan CD sedang ada acara, yaitu Pelantiakan Anggota baru.
“heyyyy raskal....rindu sekali aku”. Beberapa teman seangkatan denganku meluapkan isi hatinya, memang benar rindu. Rasanya sudah berabad-abad aku tidak mengenal kumpul dengan saudara-saudara ku di CD.
“heyyy...sama rindu juga, sudah lama sekali kita tidak seperti ini”. Sesekali ku jatuhkan air mata yang jatuh begitu saja. Ku lihat disekitar namun tak nampak seseorang yang ingin aku lihat. Dia menghilang, apa kabar kau??? Kenapa tak kujumpa kau disini?
Berbincang membicarakan ini itu, bernostalgia, tertawa bersama. Saat-saat ini yang sulit ku dapat setahun ini. Aku memutuskan untuk melanjutkan kuliah di UNIKU. Ku dapati fakultas Keguruan yaitu PGSD.
6.      Bertemu dengan Dia,,,
Ini adalah hari pertama OSPEK, dan aku dihukum karena ada satu alat yang tak kubawa. Memilih lari dengan 1 lingkaran kampus.
“raskal..........”. teriak seseorang. Tak kudapati orang yang memanggilku, ku lanjutkan hukuman yang kudapatkan. Akhirnya selesai. Dari jauh ku melihat sosok pria yang hanya memakai kolor pendek atas lutut, sendal ceplek yang selalu ia kenakan, GHUFRANS yahh pria itu adalah Dia.
“dil...itu ghufrans bukan sih?” ku tanyakan dila yang ku anggap itu adalah adikku, karena tak percaya bisa melihat sosok ghufrans lagi.
“iyah teh, ghufrans”. Jawab dila dengan senyum, mungkin dila senang melihatnya karena dia sempat suka dengan sosok ghufrans. 
Mendengar jawaban dila lemas sekali rasanya tubuh ini, jantung yang berdetak seolah lebih cepat dari biasanya. Perasaan ini sama seperti dulu melihat ghufrans diacara perpisahan. Sesak, seperti ada palu yang memukul.
OSPEK berakhir, perkuliahan pun dimulai. Kujalani semua tugas perkuliahan tanpa adanya sosok PACAR, sesekali aku bermain ke sekolah. Melihat perkembangan adik-adikku di CD. Karena organisasi CANDRADIMUKA ini akan terus berlanjut keanggotaannya meskipun telah lulus dari SMA 3 itu. Kesibukan menyitaku sehingga tidak bisa mengontrol program kerja adik-adikku di CD. Ghufrans pun tak kudapati infonya, hanya sesekali melihatnya dengan sekilas,
7.      Gosip
Kembalinya ghufrans ke CANDRADIKUKA membuat ku kaget, setelah sekian lama dia mengilang dan saat itu pula gosip beredar.
“kal sinih kumpul di rumah a kumis”. Bbm masuk dari alumni yang bernama giri (a kumis adalah alumni sma3 juga yang sekarang masih anggota CD).
Meluncur lah seorang aku ke rumah a kumis, setelah sampai kudapati adik-adiku dan beberapa alumni yang sedang membahas program kerja CD selanjutnya, disana juga terdapat ghufrans yang berada disamping ketua umum CANDRADIKUKA yaitu elzabeth (non islam).
“frans...nunggu apalagi frans, yaudah si tinggal jadian aja sama elzabeth. Gampang agama mah suruh aja dia masuk islam, istri kan harus nurut sama suami. Bener gak gir hahahahahahah??” , celetukan a adi kepada a giri dengan rayuan yang sangat puas.
“hahahahahha, bener atuh bor. Jadikeun wae frans, tuh si elzabeth geus lengket kitu ka maneh”. (artinya, bener bor, jadiin aja frans, tuh liat elzabeth udah lengket banget sama kamu.” Jawab a giri kepada ghufrans.
Elzabeth yang Cuma nyengir mesem-mesem, ghufrans yang bisa ketawa malu. Aku bisa apa?? Yang gak ngerti awal mulanya dari mana, tiba-tiba mereka digosipin gitu aja. Idiiihhh ini hati untung bikinan Allah, coba bikinan toko Banda (toko permainan yang ada di pasar Kuningan), udah rusak kaliiiii.
Pokonya mau dimana pun jika ada ghufrans dan elzabeth pasti mereka di cieee ciiiee’in, ini perasaan tambah panas aja gk tau kenapa. Pleassseeeeee STOP harus biasa aja!!!!!!
8.      POWER POINT
Tepatnya malam itu jam dan tanggal nya aku sudah lupa, yang jelas malam itu aku buat PPT bertemakan semangat, bodohnya malah lebih ke arah perasaan. Uuppsss BAPER kan!! Gak tau setan mana yang bisa ngerasukin badan aku, tiba-tiba aja gitu kepikiran bikin PPT.
“assalamualaikum......a gogo!!! Assalamualaikum !!!”. salam ku didepan rumah ghufrans tak ada yang jawab sama sekali, terpaksa aku lempar itu flashdisk ke jendelanya, sambil lirik sana sinih takut dikira maling sama tentangga.
“ a dimana”, chat ku  ke ghufrans lewat bbm. Tapi dia malah ngirim gambar dan gambarnya itu dia yang mengambil foto jalan di dalem mobil. Whattt???? Itu artinya ghufrans sedang tidak dirumah.
“aa dimana? Aku mau ngasih PPT tapi dirumah gak da orang, jadi flashdisknya aku lempar ke arah jendela kamar aa”, balas chat ku.
“hah?? Seriusan? FD siapa? Terus apa maksudnya?” jawab chat ghufrans dengan kaget.
“itu FD dalemnya ada PPT cari aja dan liat sendiri.”
“yaudah entar diliat, ini lagi dijalan. Padahal dirumah ada teteh, katanya pintu juga dibuka gak dikunci”. (teteh yang dimaksud ghufrans adalah kaka iparnya dia).
Waittt.....wait, ada yang janggal. Tadi itu rumah yang aku lempar PD nya emang bener kosong gak da siapa-siapa, pagar aja dikunci, jadi rumah yang aku lempar itu rumah siapa??? Gubrrraaakkkk gak mungkin kalo salah rumah. Ternyata memang benar salah rumah HAHAHAHA konyol banget, sampe sekarang kalo inget kejadian itu suka malu sendiri.
9.      Jujur
Akhirnya FD yang ke 2 pun menyusul dan itu udah benar ditangan ghufrans sendiri, jadi tidak ada kata salah lagi. Ghufrans liat dan mungkin dia ngerasa aneh, apa dan kenapa maksud dari PPT yang aku kasihkan. Aku jelaskan dari awal, aku jelaskan tentang perasaan yang entah itu apa yang tiba-tiba sakit berasa dipukul palu. Ghufrans ngerti meskipun agak aneh, kaget juga. Dan kita pun merahasiakan itu semua, yang tau hanya ghufrans. Aku pun melarang keras agar ghufrans tidak membocorkannya. Pada saat itu gaga sedang sendiri dia sudah putus dengan pacarnya yang pernah ku lihat dulu pacarnya memutuskan dia demi orang lain. Saat aku jujur bagaimana perasaanku, aku meminta ghufrans untuk tidak melontarkan apa yang ia rasakan padaku, karena bagiku dia tau perasaanku dan menghargainya pun  sudah lebih dari cukup.
Disanalah kita mulai dekat kembali, aku kira ini bukan yang pertama kalinya aku merasa dekat sama gaga, dulu pun sama saat sempat dekat dengan cara sms meski isinya hanya canda dan tawa belaka.
Disini ada sebuah perhatian, ada sebuah rasa yang menjadi lebih dan lebih. Bahkan kalian yang membaca mungkin akan beranggapan aku berlebihan saat aku mengatakan ada rasa yang lebih dan lebih, tapi ini yang aku rasain. Aku rasa kalian bisa memakluminya dengan perkataanku yang seperti ini.
“hey, sekarang aku mengerti, bagaimana rasanya diabaikan dan mengabaikan perasaan orang lain”. Chat bbm ku padanya.
“maksudnya?”, tanya ia dengan heran.
“ya aku baru tau, bagaimana rasanya mengabaikan seseorang seperti kamu mengabaikanku, dan merasakan diabaikan oleh seseorang seperti aku diabaikan olehmu, karena akupun demikian pula mengabaikan perasaan seseorang, dan seperti itu kah rasanya mengabaikan seseorang? Dan sesakit itu kah seseorang yang aku abaikan? Karena akupun merasakan yang ia rasakan”, jawabku dengan jujur.
“hey, sudah ku bilang bukan mengabaikan. Tapi kamu tetap special entah sebagai apapun itu”. Jawabnya dengan tegas.
Aku mencoba mengerti apa yang ia maksud, tapi ku coba juga untuk tidak merasakan lega karena itu akan menambahkan luka saja. Aku coba dengan hati yang biasa saja meski sebenarnya sangat meleleh dengan perkataannya. Sesekali ku protes dengan bertanya sesuatu hal padanya.
“kenapa kau memberi perhatian yang berbeda kepada orang lain? Sedangkan padaku tidak. Iyah memang aku bukan siapa-siapanya kau, tapi jika kau memberi perhatian seperti itu kepada orang lain bukan kah merasakan suka terhadap orang itu?. Tanyaku so puitis padanya, karena sempat ku baca beberapa sms dia dengan elzabeth, dan jelas itu aku “jelous”.  Itu hal yang bodoh yang aku lontarkan padanya tapi apa daya jika seorang perempuan merasa jelous?? Tak tertahankan, maapkan lah!!
“lalu apakah perhatian itu harus disamaakan?? Tidak kan?”. Jawabnya yang selalu singkat dan tegas, membuatku kalah dalam berbicara.
Ingin sekali ku memukul kepalanya dengam sendal cepleknya itu, kenapa ucapannya selalu benar dan membuat meleleh?? Aahhh Tuhaaaaan aku yang salah, baiklah.
Itu lah sosok ghufrans, susah ditebak, menjengkelkan, masa bodoh, jorok, tapi kenapa aku tetap suka? Dia selalu mempunyai sifat yang hangat meski tersimpan dengan sembunyi. Sempat ku ditanya oleh sepasang suami istri yang sudah sangat dekat denganku “kenapa suka ghufrans? Kenapa gak ipong aja kal yang jelas baik sama lu?”. Pertanyaan itu yang bikin ane skakmat sekaligus. Saat itu aku cuma bisa jawab selengean karena bingung juga mau jawab apa. Ipong adalah teman yang aku anggap sebagai kakak sendiri, dia baik padaku, slalu menuruti apa yang aku mau.
10.  Hal konyol
Saat itu gerimis di pagi hari, penyakit gampang sekali  menyerang tubuh, bahkan menyerang tubuh saya, ok fine saya tangguh tenang saja. Saat itu ghufrans ke rumah untuk menjemputku, karena pada saat itu adalah hari plantikan anggota baru CD, ghufrans memintaku untuk membawa pulang motornya, karena ghufrans berangkat dengan anggota yang lain menggunakan mobil.
“yyuuuuuuu berangkat.” Ajak ghufrans padaku
“waitt.....waitt”, balasku sembari lari ke dalam rumah lagi.
“nih.....!!!”, beberapa menit kemudian aku balik lagi dihadapan ghufrans dengan menyodorkan kotak makan yang berisi sarapan.
“apaan??” tanya ghufrans.
“roti buat sarapan.” Jawabku
“yaudah pegang dulu.” Suruh ghufrans padaku, lalu kita bergegas ke sekolah.
Tiba disekolah kita turun, ku dapati anggota lainnya yang sedang berada di lapangan mempersiapkan segala rupanya. Lalu aku dan ghufrans mendekati mereka. Sambil ku bawa kotak makan itu ditangan. Lalu ku serahkan roti itu pada ghufrans.
“uuhhh a apaan tuh?” tanya bocah pada ghufrans sambil melirik kotak makan ditangan ghufrans.
“ini roti dari raskal.” Jawab ghufrans padanya.
“ah curang nih teh raskal, masa saya gak dikasih roti. A ghufrans aja dikasih.” Protesnya padaku. Buseettt ini anak bikin skakmat aja sih? Itu kan special buat ghufrans.
“ya kalo mau ambil aja de.” Jawab ku dengan bingung.
Ternyata anak-anak yang lain pun ikut makan roti yang aku kasih ke ghufrans, dan kalian tahu?? Rotinya habis. Aku dan ghufrans Cuma bisa saling tatap, gak tahu deh apa yang ada dipikran ghufrans, yang jelas saat itu aku kesal sekali rasanya.
Dari jauh ghufrans memegang pesawat(HT), aku pun sama. Dia aktifkan pesawat itu lalu dia nyanyi lagu nya pidi baiq “ semacam kasih sayang yang ku berikan padamu meski tidak sehebat matahari untuk dunia......”, aku yang dari jauh Cuma bisa senyum mesem-mesem, melting, dan ketawa ngakak gara-gara inget itu roti yang habis. Aaahhhh tuhan ingin sekali ku ulang waktu itu, indah sekali rasanya.
Bukan hanya itu kekonyolan yang aku buat, salah satunya adalah gambar laki-laki yang aku buat dari sterofome dengan tulisan “ini adalah kamu yang sedang tidak percaya diri, gaga”. Pada saat itu kita sedang main bareng, saat itu ghufrans sedang tidur karena aku lihat kuku ghufrans panjang lalu aku potongin sampe pendek. Tiba-tiba temenku yang namanya devi bilang,
“oohhhh ghufrans udah pacaran sama elzabeth, liat kal itu dp bbm nya sama begitu.” Devy yang heboh sendiri menyodorkan hp ghufrans padaku. Seettt dah kaya palu yang mukul hati ane, gimana tuh rasanya??? Kaget, seneng juga ghufrans pake dp yang aku kirimin gambar yang dari sterephom, ternyata elzabeth pun memakainya.
Pas aku liat, gak sengaja ghufrans chat elzabet, intinya dia protes gara-gara elzabeth pake juga dpnya sama kaya ghufrans. Dari sana aku mulai tenang ternyata ghufrans peduli, respon ghufrans biasa aja pas devy ngira mereka udah jadian.
Itu siang nya, pas malam ternyata hujan, kita tidak jadi pulang. saat itu kita main di rumah galih pacarnya devy. Dibukalah season curhat, suasana hening banget yang kita dengar keras itu suara hujan, semua focus pada orang yang curhat, disana tinggal ada aku, a giri, ghufrans, ihsan, galih dan devy. Dimulai dari ihsan, lalu ghufrans dengan semua masalahnya bahkan mantannya, aku yang hanya ingin tahu tentang dia lebih dalam mencoba focus pada apa yang ia katakan.
“waahhhh gak beres nih, yakin gak beress.” Jawabku saat ghufrans selesai cerita. Semua menatapku, mereka tertawa, mengerti apa yang aku katakan. Itu artinya giliranku untuk bercerita, kalian bisa membayangkan posisiku seperti apa saat itu?? Jika saat itu aku membawa motor, yakin saat hujan itu juga aku pulang meskipun sendiri.
Semua diam, suasana hening, semua menatapku, menunggu cerita yang aku lontarkan. Sesekali ku lihat ghufrans, dia tertawa dengan begitu lepas, karena dia tahu apa yang aku rasakan saat itu. Saat itu aku tetap diam, serba salah dengan keadaan seperti itu.
“jujur apa berani??” ghufrans tiba-tiba ngomong gitu dengan pasang muka yang puas saat melihat muka ku, yang ku pasang dengan seperti orang bego. Keadaan tetap hening, yang lain hanya focus padaku, tidak dengan apa yang ghufrans katakan.
“aku suka sama seseorang, aku tidak akan bilang siapa orang itu.” Kataku dengan tiba-tiba suara yang menjadi parau. Pada saat itu mereka terus menghakimiku dengan mendesakku untuk memberitahu mereka siapa lelaki itu.
“cowok yang raskal maksud itu saya”. Tegas ghufrans. Semua tetap diam, aku gak tahu mereka diam karen kaget atau kah mencoba untuk menetralisir suasana agar tidak canggung, entahlah yang jelas saat itu juga tanganku gemeteran tidak percaya dengan apa yang ghufrans katakan, karena sebelumnya dia sudah janji untuk merahasiakannya. devy yang baru sadar dengan yang ghufrans katakan sampai mendadak bego juga.
“jadi laki-lakinya siapa kuy?”, ulang devy, ghufrans pun mencoba untuk menegaskan kata-katanya. Semua tertawa saat devy mulai kaget.
“iyah dia, ternyata baru saya sadar selama 3 tahun yang saya suka itu ghufrans, dia adalah ghufransku” jawabku, dengan suara tetap parau. Semua mencoba menetralisir suasana seperti biasa.
Sempat juga ku kirim paketan untuk mamah umi (mamah ghufrans) yang berisikan bolu dengan selembar kertas yang bertuliskan “terimakasih sudah melahirkan ghufrans, mah”.  Besok nya setelah ku kirim paketan, aku bertemu dengan mamahnya ghufrans, malu sekali rasanya aku.
“neng itu paketan makasih yah kemarin, sampe dipaketin segala”. Kata mamah ghufrans padaku.
“iah mah, gapapa”. Jawabku dengan menahan rasa malu.
Aku tak mau jika ceritaku ini disebut pengcopy cerita pidi baiq, ini caraku jika ku boleh protes kenapa harus pidi baiq duluan yang lahir ke bumi? Mungkin cara ini ku pakai duluan untuk melakukannya.
Malam selanjutnya kita kumpul dirumah bang danu, hari itu aku lupa hari apa yang ku ingat hanyalah jam, tepat jam 19.45 WIB ghufrans memberiku sebuah pernyataan, aku yang sedang diruang tamu, sedangkan ghufrans yang sedang di ruang belakang bersama anak-anak yang lainnya.
“malam ini tepatnya pukul 19.45 akan ku berikan sebuah pernyataan “aku suka kamu” cukup diingat jangan dipikirkan, karena saya sedang tidak mau memikirkan akan saya tanyakan dulu ke Tuhan.” Pesan masuk di bbm saya, dan ternyata itu ghufrans. Kamu pasti tau bagaimana reaksi ku saat membaca pesan itu, senyum-senyum sendiri kan tuh? Ketika ku mulai ragu dengan sikapnya yang cuek, yang tak pernah peduli degan apa memperdulikannya dia slalu membuatku percaya kembali, cukup dengan kalimat “yang penting selalu dipikirkankan? Yang penting slalu di doakan kan?” Kalimat itu membuat ku tak banyak bicara, bagaimana mungkin aku terus berbicara? Karena bagiku doa adalah segalanya. Mungkin kalian juga akan setuju dengan pendapatku.
Waktu terus belalu 1080 hari sudah ku lewati dan masih banyak hari yang belum aku sempat hitung, tidak cukup kah waktu sebanyak itu untuk membuatmu  percaya padaku? Sampai saat ini saat aku diberi kesempatan untuk dekat denganmu lagi saat itu juga aku memegang sebuah komitmen, tak ingin ku menjalin hubungan  berpacaran dengan siapapun, bagiku itu hanya membuang-buang waktu saja. Aku setuju dengan kalimat papah pidi baiq dalam novelnya yang berjudul dia adalah dilanku 1991 “tujuan berpacaran itu berpisah, jika tidak putus pasti menikah dengan orang lain”. Kalimat itu membuatku yakin untuk tidak berpacaran.
11.  Saat ini tanggal...
Sampai saat ini 1 april 2016, aku tetap memegang komitmenku tidak untuk berpacaran, aku yang slalu memberikan semangat dan rasa percaya diri pada ghufrans kini malah sebaliknya, aku yang kurang percaya diri. Hubunganku dengan ghufrans semakin jauh, tanpa kontekan via apapun bentuk yang nyata, disisi lain aku mencoba terus percaya di via Allah kita dekat, rindu yang aku titipkan pada-Nya semoga sampai pada hati ghufrans. Sedih sekali rasanya, suasana ini berbeda tidak seperti dulu sebelum orang lain tahu aku suka ghufrans.
Sekarang tak pernah ada canda, menyapa pun enggan. Bagaimana bisa aku merasa ghufrans yang sekarang tak seperti dulu?? Ku harap dugaan ku salah, ku harap ini hanya perasaanku saja. Semoga.....
Tak pernah tau kesibukan dia seperti apa saat ini, ghufrans tak pernah memberikan kabar. Dia hanya melakukan seenak dirinya saja, dan aku mengerti itu.  Mungkin dia sibuk dengan mempersiapkan tujuan hidupnya, karena ku tahu mempunyai mimpi yang begitu besar. Dan akupun sama, aku menjalankan semua kewajibanku dan juga mimpi-mimpi besarku. Biarkan lah kita seperti ini, aku percaya kita akan bertemu di masa depan nanti, entah sebagai apapun itu kamu tetap kamu, kamu adalah ghufransku, teman hidupku. Dengan siapapun kamu nanti aku tak peduli, tetap jadi ghufrans yang gagah untuk orang yang memperdulikanmu.
Benakku slalu percaya dia terus memikirkan ku, bahkan mendoakanku tapi bibirku berkata itu hanya sebuah kamuflase yang terus membuatku berharap terlalu dalam, aku tak mau sakit bahkan jatuh untuk ke lubang yang sama, ku coba untuk biasa, ternyata tidak mudah untuk mencoba biasa.
 Itu lah ceritaku tentang nya, tidak akan ada habisnya jika ku ceritakan tentangnya. Ini bukan cerita akhirku, ceritaku akan terus berlanjut, entah sampai kapan. Terimakasih sudah  memberiku kesempatan untuk pernah sedekat itu, dan terimakasih sudah melahirkan sosok ghufrans ke bumi ini mamah umi. Maap aku yang slalu merindukan anakmu sampai anakmu bosan mendengarkan kata rinduku. Dan maap aku membiarkan semua orang tahu “tentang rasaku terhadapmu Ghufrans”.

By: STAR


Tidak ada komentar:

Posting Komentar