Karya : Rita Nalurita
kelas : 2B
Dia
adalah Ghufransku...
Saat ini pukul
14.35 WIB tanggal 19 maret 2016, di Toko Tank Baja Outdoor lah saya
menghabiskan paruh waktu saya untuk
menjaga toko ini agar tidak kemalingan oleh seorang maling. Ini adalah
cerita saya dimana cerita ini terinspirasi dari salah satu novel papah pidi
baiq, kalian pasti tau dengan nama beliau jika tidak, kalian akan menyesal sama
seperti halnya kalian menyesal mengenali saya. Nama saya Lintang purnama, sebut saja raskal karena
terkadang orang tidak kenal dengan seorang Lintang Purnama saat berbicara
dengan seorang “RASKAL”. Sengaja saya membuat cerpen ini anggap ini sebagai
pengalih kegiatan rindu saya terhadap ghufrans.
1.
CANDRADIMUKA
Sekolah favorit
pada tahun 2009-2010 SMA N 3 Kuningan, ini adalah sekolah tercintaku dimana semua
berawal dari sma 3. Sekolah yang bagus dengan lapangan yang cukup luas, kantin
yang selalu ramai saat jam istirahat dan bangunan kelas IPA dan IPS yang
terpisahkan mampu melihatnya dengan jarak yang cukup jauh. Ohh ia Aku lebih
memilih jadi anak IPS karena bagiku semua pelajaran yang menyangkut IPA adalah
membosankan, di kelas X D lah aku ditempatkan. .
Pada saat itu
disekolah sedang ramai membicarakan demo eskul, bingung juga nanti aku pilih
eskul apa yah. Karena eskul ini menyangkut nilaiku nanti. Ada satu eskul yang
menarik orang-orang biasanya menyebut dengan sebutan Pecinta Alam, orang-orang
yang masuk eskul ini menampilkan beberapa aktrasinya dengan menggunakan tali
yang disebut karmantel dan alat-alat mountenering lainnya. Keren bangetttttt,
wait....wait.....yang tampil itu siapa yah?
“des, itu cowok keren banget ya?”, sahutku
pada desi sohibku. Kita kenal cukup lama dari awal masuk smp dan sampai
sekarang.
“yang mana si?” jawab desi sembari penasaran
menatap semua personil yang sedang tampil di depan lapang.
“itu yang barusan turun pakai alat, yang baju
seragamnya keluar tuh”, sambil ku tunjuk cowok itu memperlihatkan agar desi
melihatnya.
“ohhhh yang itu, mmmmm lumayan”, sambil mengernyitkan
dahinya.
“yahhhh lumayan doang, gak asik kamu des. Eh
eh bukannya itu teh ria yah yang alumni smp 4 itu yah?”, kata ku kaget karena
melihat teh ria di depan lapang, dan dia adalah salah satu personil dari eskul
Pencinta Alam itu.
Di kota kami sebutan teteh atau teh itu
sebutan untuk kaka perempuan atau seorang perempuan yang umurnya lebih tua dari
kita, karena kami asli orang sunda jadi kami menyebutnya dengan sebutan teteh.
Gitu bor ...ngerti kan?!!! Lanjutttttt
“eh ia bener, teh ria tuh. Wih hebat tuh cewek
ikut eskul yang begituan. Kal masuk eskul itu aja yuuk?” ajak desi padaku
dengan semangat.
Kami pun akhirnya masuk eskul itu, sebuah
organisasi yang bernama CANDRADIMUKA (CD)
club pendaki gunung dan penempuh rimba. Gak nyesel aku masuk club ini,
ternyata CD ini terkenal sampai kota Bandung dengan Pendidikannya (plantikan)
yang cukup keras. Bangga sekali aku menjadi anggota CD.
Hampir satu tahun
aku menjadi anggota CD, susah senang aku jalani bersama angkatanku. Yang
beranggotakan 11 orang ternyata temanku desi ia nyerah begitu saja untuk
meneruskan club ini, yang tersisa teman dekatku hanya devi si cewek anak mamih
tapi tak ku sangka dia tangguh untuk berjuang bersamaku.
2.
Dia adalah ghufrans
Aku sangat semangat
jika harus kumpul club ini karena bagiku disinilah tempatku, dan disini lah
saudaraku. Orang-orang tangguh dengan karakternya masing-masing, bahkan karena
ada seseorang yang aku kagumi juga yaitu
asep fajar, dia yang lumayan tampan dan
tinggi aku pikir karena itulah aku menyukainya. Dan orang-orang reseh, gokil,
jorok, yang membuatku nyaman tanpa kata bosan. Aku cukup terkenal dikalangan
alumni CD ini bukan karena cantik ataupun pintar, jauh sekali rasanya jika
karena itu alasannya. Mungkin karena sifatku yang tidak kenal rasa malu dan mudah
bergaul jadi tak ada rasa sungkan untuk berbicara dengan siapapun. Ini bukan
bermaksud untuk menyombongkan diriku sendiri bor, karena apa yang harus saya
disombongkan? Jika kalian kenal akupun kalian akan berbicara seperti itu.
Cowok item, tinggi,
berambut ikal, dengan ketawanya yang bagus dia adalah makhluk yang slalu membully
ku dengan perkataan yang cukup sadis. Ingin skali melemparnya dengan kotoran
sapi misalnya, jika kalian mengenalnya kalian pun akan sama seperti halnya yang
ingin aku lakukan padanya. Tak adil rasanya bila tak ku balas bullyan nya. Tapi
apa daya jika sudah melihat ketawanya yang cukup puas, aku hanya bisa jongkok
dan melempar sandal ke wajahnya. Dia adalah Ghufrans, Ghufrans Fathurakhman anak
IPA dengan kaka yang bernama gege yang berparas ganteng, putih, tinggi beda
jauh sekali dengannya. Karena kakanya yang dipanggil gege dia mendapatkan
sebutan gogo. Kakanya pun sama masih anggota CD tapi dia sudah lebih dulu
menjadi alumni.
“a itu siapa yang kulitnya putih?” tanyaku
pada alumni yang bernama riyan dengan sedikit berbisik. (di orang sunda a atau
aa adalah sebutan untuk kaka laki-laki, kebalikan dari sebutan teteh).
“yang mana? Yang ganteng itu?”. Dengan nada
suara yang agak keras, membuat orang yang ada diruangan itu berbalik melihat
kita berdua. Memalukan sekali rasanya.
“ssuuttttt..pelan-pelan bisa kali!! Ia siapa
dia?”, pintaku dengan nada yang kesal tapi tetap dengan berisik.
“ohahahahah itu a gege kakanya ghufrans”. Nada
suara riyan makin keras, dengan suara tawanya.
Haaahhhh???? Kakak ghufrans? Buset dah beda
banget. Ganteng bener kakanya, lah ghufrans item begitu. Ghufrans ade kandung
apa bukan tuh? Dalam hati sampe nanya gitu, coba deh kalau kalian liat
perbedaan ghufrans sama kakanya pasti sama bakal gak bisa mangap tuh mulut,
gara-gara gak percaya, seriusan ini gak bohong. Aku orangnya jujur gak suka
bohong, kalo bohong kan dosa. Pas riyan jawab pake nada keras, tiba-tiba.....
“hehh...gandeng siah !!”. ( artinya
hehh..berisik kamu. Itu memakai bahasa sunda). tiba-tiba alumni yang duduk di
depan kita berbalik, dengan nada yang kesal. Tapi tidak sekesal yang kalian
bayangkan yah, alumni itu masih dengan nada tertawa menyuruh kita untuk diam.
“Hahahahahah”, kita pun tertawa bersama
melihat kekonyolan yang kita buat.
“hampura-hampura a, ieu si raskal nanya wae
tuda. Haha”. jawab riiyan dengan ketawa keras. (artinya: maap-maap a, ini
raskalnya nanya mulu).
Orang-orang terus berbalik ke arah kita,
gubbrraaakkkk si riyan pake nyebutin nama segala lagi. Ketauan kan ngepoin tuh
orang, ok fine. Aku diem sekarang gak ketawa, kesel yang ada.
Entah berantah dari
mana awalnya, pada saat itu aku sering banget bor kontekan sama ghufrans,
pembahasannya tentang apa aku gak tau, lupa. Maklum udah lama banget, dulu
jamannya smsan belum ada aplikasi bbm, ataupun instagram. Tapi aneh nya ni yah?
Aku kan sukanya sama asep bor bukan sama ghufrans ko masa ia aku kontekannya
sama ghufrans?? Entahlah, mari dilanjut..
3.
Perpisahan
Pada saat itu tahun
2010-2011 ghufrans yang menjabat kakak kelas, dia akhirnya lulus dengan nilai
yang cukup baik, mungkin... acara perpisahan pun tiba, tepatnya di GOR ewangga,
jaraknya tidak jauh dengan sma 3, hanya beberapa meter dengan jalan kaki pun
sudah sampai ke tempat GOR itu. Semua
kakak kelas pun sudah terlihat berkumpul di dalam gedung dengan pakaian kebaya
yang cantik dan kemeja yang mewah, dengan panggung yang didekor sedemikian rupa
menjadi terlihat mewah acara itu. Di atas tangga itu aku duduk, melihat kakak
kelas yang sibuk dengan dandanannya masing-masing, terlihat sosok ghufrans yang
menggunakan jas hitamnya menjadi terlihat semakin hitam kelam namun tetap
gagah. Amat senang sekali dia, berfoto dengan beberapa temannya, bercanda
bersama. Terlihat meski jarak yang lumayan jauh, aaahhhhhhh sial kenapa aku
jadi memandangnya seperti itu yah? Ayolah kal dia itu hanya pria yang
menjengkelkan.
Upacara adatpun
dimulai semua lulusan berbaris dengan tertib, begitupun dengan semua guru.
Ditemani lagu sunda yang bertema perpisahan, suasana yang riang kini jadi haru,
tak sedikit orang-orang yang berada dalam gedung itupun menangis. Dan aku
sendiri???? Rasa apa ini? Tiba-tiba sakit, seperti ada palu yang memukul, sesak
sekali rasanya. Ingin ku protes tentang rasa yang aku rasakan, tapi pada siapa?
Jika kalian ada diposisiku pun akan seperti itu, menjadi bodoh tanpa kalian
sadar.
“kal sedih beud ya? Bentar lagi kita kelas XI,
gak kerasa banget ni waktu”. Sambar temanku yang membuyarkan lamunanku.
“iya yah”. Jawab ku singkat, karena malas dan
bingung harus menjawab apa lagi.
Perpisahan sudah selesai, sosok ghufrans
disekolahpun tak akan ada lagi. Hanya akan ada di CD itu pun jika ia kumpul. Ok
fine, itu bukan masalah bagiku masalahku sekarang adalah sekolah dengan baik
dan bisa mengatur tugasku agar tidak bentrok dengan eskulku. Dan mengatur
strategi baru untuk lomba-lomba yang aku hadapi. Kegiatan ku bergelut dibidang
alam wajar saja jika aku lebih membicarakan tentang alam karena aku seorang
penggiat alam. Kenapa kamu tak suka? Yasudah jangan dibaca, bereskan? Lanjut
4.
Lomba
Universitas
Kuningan Fakultas Kehutanan setiap tahunnya selalu mengadakan lomba untuk
Penggiat Alam, atas nama SMA 3 Kuningan dan CANDRADIMUKA aku dan beberapa
temanku selalu mengikutinya. Diantara kita pasti saja ada yang menang, tidak
ada yang tidak menang. Karena itu lah club kami cukup tersohor dikalangan
penggiat alam lainnya. Lomba mountenering, aku daftar dengan peserta nomor sekian,
lomba pun dimulai tepatnya di Jembatan Citangtu, pada saat aliran sungai
lumayan besar. Dengan susah payah aku melewati beberapa rintangan, kalian
bayangkan saja, keadaan baju basah harus naik dengan beberapa alat yang cukup
banyak harus kita pilih untuk kita kenakan, frusiking namanya. Naik dengan
membawa beban badan kita dan ditambah baju yang basah. Jika kalian ada
diposisiku mungkin kalian akan memilih untuk menggantungkan diri saja.
“kal....pakai alat yang itu”. Teriak kaka
kelas yang sudah ku anggap kakaku sendiri, yaitu ihsan sadut si ciblo.
(dipanggil ciblo karena mukanya yang kadang ngeselin udah kaya orang bego,
datar bener, serius. Tapi dia ganteng, katanya).
“kal....atuh kabener cara naekna!!!”,
(artinya: kal yang bener teknik naiknya), teriak orang tua dengan nada yang
greget yang bernama mamang erwin permata. (mamang di basa sunda itu paman).
“kal....naiknya yang cepet”. Teriak riyan.
Orang-orang enak banget nyuruh, teriak dengan
nada semaunya. Aku yang cuma bisa berusaha ngedengerin beberapa orang yang
berteriak dan menyuruhku yang membuatku bingung, bodo amat gak akan aku
hiraukan kicauan mereka. Dengan caraku sendiri akhirnya sampai juga ke atas
jembatan.
“kumaha frans? si Raskal aya harapan meunang
teu?” tanya mamang pada ghufrans, pada saat itu kebetulan ghufrans membantu
panitia karena Fakultas Kehutanan adalah Fakultasnya dia sendiri.
“ada lah insyallah...banyakin do’a sama
istigfar aja kal hahaha.” Jawab ghufrans ketawa puas sambil meledekku dengan
guyonnya.
Pada saat itu aku mendapatkan harapan satu. Sedih
sih karena pada saat itu orang yang mendapatkan juara 1 nya tidak sah karena
dia bukan anak sekolahan. Seharusnya aku juara 3, jengkel sekali bukan? Ok tak
apa tetap bersyukur dengan yang aku miliki.
Beberapa bulan kemudian Universitas Kuningan
mengadakan perlombaan lagi, yaitu Lomba Lintas Alam (LLA) aku dan teamku pun
mengikutinya.
“kal...!!!!”. seseorang memanggilku, sambil
berjalan mendekat dengan membawa botol minum.
“heyyy, apa kabar a?” tanya ku balik dengan
nada gugup yang kusembunyikan, ternyata yang memanggilku ghufrans, rasa senang
bertemu dengannya kah atau hanya rasa senang karena masih ada yang mengenaliku
di acara itu, karena dari tadi tidak ada satupun yang mengajak bicara pada kami.
“pokonya semangat, dilintas alam nanti kejar
point yang lebih tinggi, lihat waktu jangan sampai melebihi batas waktu kalian,
karena akan dikurangi nilai, dan jangan membuang waktu kalian juga, intinya
liat waktu”. Katanya menasehatiku.
“hhhmmmm”. Jawabku singkat.
“aa duluan yah? Semangat !.” Katanya Sambil memberikan botol minum itu padaku.
Ingat bener, pada
saat itu ghufrans bersama cewek cantik yang entah siapa, naik vespa berduaan.
Berlalu begitu saja, dengan cepat dia pergi sembari senyum-senyum bahagia. Aku
tersenyum meliat mereka berdua, bahagia sekali rasanya mereka. Tapi rasanya tak
rela ia berduaan seperti itu, harusnya aku yang duduk disana. Mengenang dulu
yang sering bercanda tawa sama-sama sekarang bersama orang lain, itu rasanya
tak mungkin untuk direlakan begitu saja. Tuhaaaaaan picik sekali pikiranku,
maapkan ghufrans, ini hanya perasaan yang aneh saja. Bukan apa-apa, maap.
Harusnya aku fokus saja pada perlombaaan.
Perlombaan
berakhir, teamku kalah. Tak ada waktu untuk tertawa, lelah sekali rasanya. Aku
pulang dengan kecewa, dikepala ku dipenuhi dengan pertanyaan siapakah cewe tadi
yang bersama ghufrans?? Pacarnya kah?? Aahhhhh sudahlah ku lanjutkan
aktifitasku dengan beristirahat, tidur sepulas mungkin.
5.
Ghufrans menghilang
Kelulusan sudah menantiku,
acara perpisahan sudah berakhir. Aku harus menentukan masa depanku, setahun aku
kerja di kota Bandung demi mengumpulkan uang kuliah ku. Terkumpul sudah uang
untuk pendaftaran, kini aku fokuskan pada kuliah, tak ada nama ghufrans yang
ada hanya nama pacarku dan entah siapa itu asep aku abaikan meskipun dia pernah
mengechat ku dalam inbox fb.
Penasaran ku buka
fb, akhirnya ku chat ghufrans dengan alasan curhat menanyakan sebuah fakultas
di kampusnya. Sama sekali tak direspons. Menyesal sekali aku, beberapa bulan ku
sempatkan waktu ku untuk pulang ke Kuningan, kebetulan CD sedang ada acara, yaitu
Pelantiakan Anggota baru.
“heyyyy raskal....rindu sekali aku”. Beberapa
teman seangkatan denganku meluapkan isi hatinya, memang benar rindu. Rasanya
sudah berabad-abad aku tidak mengenal kumpul dengan saudara-saudara ku di CD.
“heyyy...sama rindu juga, sudah lama sekali
kita tidak seperti ini”. Sesekali ku jatuhkan air mata yang jatuh begitu saja.
Ku lihat disekitar namun tak nampak seseorang yang ingin aku lihat. Dia
menghilang, apa kabar kau??? Kenapa tak kujumpa kau disini?
Berbincang membicarakan ini itu, bernostalgia,
tertawa bersama. Saat-saat ini yang sulit ku dapat setahun ini. Aku memutuskan
untuk melanjutkan kuliah di UNIKU. Ku dapati fakultas Keguruan yaitu PGSD.
6.
Bertemu dengan Dia,,,
Ini adalah hari
pertama OSPEK, dan aku dihukum karena ada satu alat yang tak kubawa. Memilih
lari dengan 1 lingkaran kampus.
“raskal..........”. teriak seseorang. Tak
kudapati orang yang memanggilku, ku lanjutkan hukuman yang kudapatkan. Akhirnya
selesai. Dari jauh ku melihat sosok pria yang hanya memakai kolor pendek atas
lutut, sendal ceplek yang selalu ia kenakan, GHUFRANS yahh pria itu adalah Dia.
“dil...itu ghufrans bukan sih?” ku tanyakan
dila yang ku anggap itu adalah adikku, karena tak percaya bisa melihat sosok
ghufrans lagi.
“iyah teh, ghufrans”. Jawab dila dengan
senyum, mungkin dila senang melihatnya karena dia sempat suka dengan sosok
ghufrans.
Mendengar jawaban dila lemas sekali rasanya
tubuh ini, jantung yang berdetak seolah lebih cepat dari biasanya. Perasaan ini
sama seperti dulu melihat ghufrans diacara perpisahan. Sesak, seperti ada palu
yang memukul.
OSPEK berakhir,
perkuliahan pun dimulai. Kujalani semua tugas perkuliahan tanpa adanya sosok
PACAR, sesekali aku bermain ke sekolah. Melihat perkembangan adik-adikku di CD.
Karena organisasi CANDRADIMUKA ini akan terus berlanjut keanggotaannya meskipun
telah lulus dari SMA 3 itu. Kesibukan menyitaku sehingga tidak bisa mengontrol
program kerja adik-adikku di CD. Ghufrans pun tak kudapati infonya, hanya
sesekali melihatnya dengan sekilas,
7.
Gosip
Kembalinya ghufrans
ke CANDRADIKUKA membuat ku kaget, setelah sekian lama dia mengilang dan saat
itu pula gosip beredar.
“kal sinih kumpul di rumah a kumis”. Bbm masuk
dari alumni yang bernama giri (a kumis adalah alumni sma3 juga yang sekarang
masih anggota CD).
Meluncur lah seorang aku ke rumah a kumis,
setelah sampai kudapati adik-adiku dan beberapa alumni yang sedang membahas
program kerja CD selanjutnya, disana juga terdapat ghufrans yang berada
disamping ketua umum CANDRADIKUKA yaitu elzabeth (non islam).
“frans...nunggu apalagi frans, yaudah si
tinggal jadian aja sama elzabeth. Gampang agama mah suruh aja dia masuk islam,
istri kan harus nurut sama suami. Bener gak gir hahahahahahah??” , celetukan a
adi kepada a giri dengan rayuan yang sangat puas.
“hahahahahha, bener atuh bor. Jadikeun wae
frans, tuh si elzabeth geus lengket kitu ka maneh”. (artinya, bener bor, jadiin
aja frans, tuh liat elzabeth udah lengket banget sama kamu.” Jawab a giri
kepada ghufrans.
Elzabeth yang Cuma nyengir mesem-mesem,
ghufrans yang bisa ketawa malu. Aku bisa apa?? Yang gak ngerti awal mulanya
dari mana, tiba-tiba mereka digosipin gitu aja. Idiiihhh ini hati untung
bikinan Allah, coba bikinan toko Banda (toko permainan yang ada di pasar
Kuningan), udah rusak kaliiiii.
Pokonya mau dimana pun jika ada ghufrans dan
elzabeth pasti mereka di cieee ciiiee’in, ini perasaan tambah panas aja gk tau
kenapa. Pleassseeeeee STOP harus biasa aja!!!!!!
8.
POWER POINT
Tepatnya malam itu
jam dan tanggal nya aku sudah lupa, yang jelas malam itu aku buat PPT
bertemakan semangat, bodohnya malah lebih ke arah perasaan. Uuppsss BAPER kan!!
Gak tau setan mana yang bisa ngerasukin badan aku, tiba-tiba aja gitu kepikiran
bikin PPT.
“assalamualaikum......a gogo!!!
Assalamualaikum !!!”. salam ku didepan rumah ghufrans tak ada yang jawab sama sekali,
terpaksa aku lempar itu flashdisk ke jendelanya, sambil lirik sana sinih takut
dikira maling sama tentangga.
“ a dimana”, chat ku ke ghufrans lewat bbm. Tapi dia malah ngirim
gambar dan gambarnya itu dia yang mengambil foto jalan di dalem mobil.
Whattt???? Itu artinya ghufrans sedang tidak dirumah.
“aa dimana? Aku mau ngasih PPT tapi dirumah
gak da orang, jadi flashdisknya aku lempar ke arah jendela kamar aa”, balas
chat ku.
“hah?? Seriusan? FD siapa? Terus apa maksudnya?”
jawab chat ghufrans dengan kaget.
“itu FD dalemnya ada PPT cari aja dan liat
sendiri.”
“yaudah entar diliat, ini lagi dijalan.
Padahal dirumah ada teteh, katanya pintu juga dibuka gak dikunci”. (teteh yang
dimaksud ghufrans adalah kaka iparnya dia).
Waittt.....wait, ada yang janggal. Tadi itu
rumah yang aku lempar PD nya emang bener kosong gak da siapa-siapa, pagar aja
dikunci, jadi rumah yang aku lempar itu rumah siapa??? Gubrrraaakkkk gak
mungkin kalo salah rumah. Ternyata memang benar salah rumah HAHAHAHA konyol
banget, sampe sekarang kalo inget kejadian itu suka malu sendiri.
9.
Jujur
Akhirnya FD yang ke
2 pun menyusul dan itu udah benar ditangan ghufrans sendiri, jadi tidak ada
kata salah lagi. Ghufrans liat dan mungkin dia ngerasa aneh, apa dan kenapa
maksud dari PPT yang aku kasihkan. Aku jelaskan dari awal, aku jelaskan tentang
perasaan yang entah itu apa yang tiba-tiba sakit berasa dipukul palu. Ghufrans
ngerti meskipun agak aneh, kaget juga. Dan kita pun merahasiakan itu semua,
yang tau hanya ghufrans. Aku pun melarang keras agar ghufrans tidak
membocorkannya. Pada saat itu gaga sedang sendiri dia sudah putus dengan
pacarnya yang pernah ku lihat dulu pacarnya memutuskan dia demi orang lain.
Saat aku jujur bagaimana perasaanku, aku meminta ghufrans untuk tidak
melontarkan apa yang ia rasakan padaku, karena bagiku dia tau perasaanku dan
menghargainya pun sudah lebih dari
cukup.
Disanalah kita
mulai dekat kembali, aku kira ini bukan yang pertama kalinya aku merasa dekat
sama gaga, dulu pun sama saat sempat dekat dengan cara sms meski isinya hanya
canda dan tawa belaka.
Disini ada sebuah
perhatian, ada sebuah rasa yang menjadi lebih dan lebih. Bahkan kalian yang
membaca mungkin akan beranggapan aku berlebihan saat aku mengatakan ada rasa
yang lebih dan lebih, tapi ini yang aku rasain. Aku rasa kalian bisa memakluminya
dengan perkataanku yang seperti ini.
“hey, sekarang aku mengerti, bagaimana rasanya
diabaikan dan mengabaikan perasaan orang lain”. Chat bbm ku padanya.
“maksudnya?”, tanya ia dengan heran.
“ya aku baru tau, bagaimana rasanya
mengabaikan seseorang seperti kamu mengabaikanku, dan merasakan diabaikan oleh
seseorang seperti aku diabaikan olehmu, karena akupun demikian pula mengabaikan
perasaan seseorang, dan seperti itu kah rasanya mengabaikan seseorang? Dan
sesakit itu kah seseorang yang aku abaikan? Karena akupun merasakan yang ia
rasakan”, jawabku dengan jujur.
“hey, sudah ku bilang bukan mengabaikan. Tapi
kamu tetap special entah sebagai apapun itu”. Jawabnya dengan tegas.
Aku mencoba mengerti apa yang ia maksud, tapi
ku coba juga untuk tidak merasakan lega karena itu akan menambahkan luka saja.
Aku coba dengan hati yang biasa saja meski sebenarnya sangat meleleh dengan
perkataannya. Sesekali ku protes dengan bertanya sesuatu hal padanya.
“kenapa kau memberi perhatian yang berbeda
kepada orang lain? Sedangkan padaku tidak. Iyah memang aku bukan siapa-siapanya
kau, tapi jika kau memberi perhatian seperti itu kepada orang lain bukan kah
merasakan suka terhadap orang itu?. Tanyaku so puitis padanya, karena sempat ku
baca beberapa sms dia dengan elzabeth, dan jelas itu aku “jelous”. Itu hal yang bodoh yang aku lontarkan padanya
tapi apa daya jika seorang perempuan merasa jelous?? Tak tertahankan, maapkan
lah!!
“lalu apakah perhatian itu harus disamaakan??
Tidak kan?”. Jawabnya yang selalu singkat dan tegas, membuatku kalah dalam
berbicara.
Ingin sekali ku memukul kepalanya dengam
sendal cepleknya itu, kenapa ucapannya selalu benar dan membuat meleleh?? Aahhh
Tuhaaaaan aku yang salah, baiklah.
Itu lah sosok ghufrans, susah ditebak,
menjengkelkan, masa bodoh, jorok, tapi kenapa aku tetap suka? Dia selalu
mempunyai sifat yang hangat meski tersimpan dengan sembunyi. Sempat ku ditanya
oleh sepasang suami istri yang sudah sangat dekat denganku “kenapa suka
ghufrans? Kenapa gak ipong aja kal yang jelas baik sama lu?”. Pertanyaan itu
yang bikin ane skakmat sekaligus. Saat itu aku cuma bisa jawab selengean karena
bingung juga mau jawab apa. Ipong adalah teman yang aku anggap sebagai kakak
sendiri, dia baik padaku, slalu menuruti apa yang aku mau.
10.
Hal konyol
Saat itu gerimis di
pagi hari, penyakit gampang sekali menyerang
tubuh, bahkan menyerang tubuh saya, ok fine saya tangguh tenang saja. Saat itu
ghufrans ke rumah untuk menjemputku, karena pada saat itu adalah hari plantikan
anggota baru CD, ghufrans memintaku untuk membawa pulang motornya, karena ghufrans
berangkat dengan anggota yang lain menggunakan mobil.
“yyuuuuuuu berangkat.” Ajak ghufrans padaku
“waitt.....waitt”, balasku sembari lari ke dalam
rumah lagi.
“nih.....!!!”, beberapa menit kemudian aku
balik lagi dihadapan ghufrans dengan menyodorkan kotak makan yang berisi
sarapan.
“apaan??” tanya ghufrans.
“roti buat sarapan.” Jawabku
“yaudah pegang dulu.” Suruh ghufrans padaku,
lalu kita bergegas ke sekolah.
Tiba disekolah kita turun, ku dapati anggota
lainnya yang sedang berada di lapangan mempersiapkan segala rupanya. Lalu aku
dan ghufrans mendekati mereka. Sambil ku bawa kotak makan itu ditangan. Lalu ku
serahkan roti itu pada ghufrans.
“uuhhh a apaan tuh?” tanya bocah pada ghufrans
sambil melirik kotak makan ditangan ghufrans.
“ini roti dari raskal.” Jawab ghufrans
padanya.
“ah curang nih teh raskal, masa saya gak
dikasih roti. A ghufrans aja dikasih.” Protesnya padaku. Buseettt ini anak bikin
skakmat aja sih? Itu kan special buat ghufrans.
“ya kalo mau ambil aja de.” Jawab ku dengan
bingung.
Ternyata anak-anak yang lain pun ikut makan
roti yang aku kasih ke ghufrans, dan kalian tahu?? Rotinya habis. Aku dan
ghufrans Cuma bisa saling tatap, gak tahu deh apa yang ada dipikran ghufrans,
yang jelas saat itu aku kesal sekali rasanya.
Dari jauh ghufrans memegang pesawat(HT), aku
pun sama. Dia aktifkan pesawat itu lalu dia nyanyi lagu nya pidi baiq “ semacam
kasih sayang yang ku berikan padamu meski tidak sehebat matahari untuk
dunia......”, aku yang dari jauh Cuma bisa senyum mesem-mesem, melting, dan
ketawa ngakak gara-gara inget itu roti yang habis. Aaahhhh tuhan ingin sekali ku
ulang waktu itu, indah sekali rasanya.
Bukan hanya itu kekonyolan yang aku buat,
salah satunya adalah gambar laki-laki yang aku buat dari sterofome dengan
tulisan “ini adalah kamu yang sedang tidak percaya diri, gaga”. Pada saat itu
kita sedang main bareng, saat itu ghufrans sedang tidur karena aku lihat kuku
ghufrans panjang lalu aku potongin sampe pendek. Tiba-tiba temenku yang namanya
devi bilang,
“oohhhh ghufrans udah pacaran sama elzabeth,
liat kal itu dp bbm nya sama begitu.” Devy yang heboh sendiri menyodorkan hp
ghufrans padaku. Seettt dah kaya palu yang mukul hati ane, gimana tuh
rasanya??? Kaget, seneng juga ghufrans pake dp yang aku kirimin gambar yang
dari sterephom, ternyata elzabeth pun memakainya.
Pas aku liat, gak sengaja ghufrans chat
elzabet, intinya dia protes gara-gara elzabeth pake juga dpnya sama kaya
ghufrans. Dari sana aku mulai tenang ternyata ghufrans peduli, respon ghufrans
biasa aja pas devy ngira mereka udah jadian.
Itu siang nya, pas malam ternyata hujan, kita
tidak jadi pulang. saat itu kita main di rumah galih pacarnya devy. Dibukalah
season curhat, suasana hening banget yang kita dengar keras itu suara hujan,
semua focus pada orang yang curhat, disana tinggal ada aku, a giri, ghufrans,
ihsan, galih dan devy. Dimulai dari ihsan, lalu ghufrans dengan semua
masalahnya bahkan mantannya, aku yang hanya ingin tahu tentang dia lebih dalam
mencoba focus pada apa yang ia katakan.
“waahhhh gak beres nih, yakin gak beress.”
Jawabku saat ghufrans selesai cerita. Semua menatapku, mereka tertawa, mengerti
apa yang aku katakan. Itu artinya giliranku untuk bercerita, kalian bisa
membayangkan posisiku seperti apa saat itu?? Jika saat itu aku membawa motor,
yakin saat hujan itu juga aku pulang meskipun sendiri.
Semua diam, suasana hening, semua menatapku,
menunggu cerita yang aku lontarkan. Sesekali ku lihat ghufrans, dia tertawa
dengan begitu lepas, karena dia tahu apa yang aku rasakan saat itu. Saat itu
aku tetap diam, serba salah dengan keadaan seperti itu.
“jujur apa berani??” ghufrans tiba-tiba
ngomong gitu dengan pasang muka yang puas saat melihat muka ku, yang ku pasang
dengan seperti orang bego. Keadaan tetap hening, yang lain hanya focus padaku,
tidak dengan apa yang ghufrans katakan.
“aku suka sama seseorang, aku tidak akan
bilang siapa orang itu.” Kataku dengan tiba-tiba suara yang menjadi parau. Pada
saat itu mereka terus menghakimiku dengan mendesakku untuk memberitahu mereka
siapa lelaki itu.
“cowok yang raskal maksud itu saya”. Tegas
ghufrans. Semua tetap diam, aku gak tahu mereka diam karen kaget atau kah
mencoba untuk menetralisir suasana agar tidak canggung, entahlah yang jelas
saat itu juga tanganku gemeteran tidak percaya dengan apa yang ghufrans
katakan, karena sebelumnya dia sudah janji untuk merahasiakannya. devy yang
baru sadar dengan yang ghufrans katakan sampai mendadak bego juga.
“jadi laki-lakinya siapa kuy?”, ulang devy,
ghufrans pun mencoba untuk menegaskan kata-katanya. Semua tertawa saat devy
mulai kaget.
“iyah dia, ternyata baru saya sadar selama 3
tahun yang saya suka itu ghufrans, dia adalah ghufransku” jawabku, dengan suara
tetap parau. Semua mencoba menetralisir suasana seperti biasa.
Sempat juga ku kirim paketan untuk mamah umi
(mamah ghufrans) yang berisikan bolu dengan selembar kertas yang bertuliskan
“terimakasih sudah melahirkan ghufrans, mah”.
Besok nya setelah ku kirim paketan, aku bertemu dengan mamahnya
ghufrans, malu sekali rasanya aku.
“neng itu paketan makasih yah kemarin, sampe
dipaketin segala”. Kata mamah ghufrans padaku.
“iah mah, gapapa”. Jawabku dengan menahan rasa
malu.
Aku tak mau jika ceritaku ini disebut pengcopy
cerita pidi baiq, ini caraku jika ku boleh protes kenapa harus pidi baiq duluan
yang lahir ke bumi? Mungkin cara ini ku pakai duluan untuk melakukannya.
Malam selanjutnya
kita kumpul dirumah bang danu, hari itu aku lupa hari apa yang ku ingat
hanyalah jam, tepat jam 19.45 WIB ghufrans memberiku sebuah pernyataan, aku
yang sedang diruang tamu, sedangkan ghufrans yang sedang di ruang belakang
bersama anak-anak yang lainnya.
“malam ini tepatnya pukul 19.45 akan ku
berikan sebuah pernyataan “aku suka kamu” cukup diingat jangan dipikirkan, karena
saya sedang tidak mau memikirkan akan saya tanyakan dulu ke Tuhan.” Pesan masuk
di bbm saya, dan ternyata itu ghufrans. Kamu pasti tau bagaimana reaksi ku saat
membaca pesan itu, senyum-senyum sendiri kan tuh? Ketika ku mulai ragu dengan
sikapnya yang cuek, yang tak pernah peduli degan apa memperdulikannya dia slalu
membuatku percaya kembali, cukup dengan kalimat “yang penting selalu
dipikirkankan? Yang penting slalu di doakan kan?” Kalimat itu membuat ku tak
banyak bicara, bagaimana mungkin aku terus berbicara? Karena bagiku doa adalah
segalanya. Mungkin kalian juga akan setuju dengan pendapatku.
Waktu terus belalu 1080 hari sudah ku lewati
dan masih banyak hari yang belum aku sempat hitung, tidak cukup kah waktu sebanyak
itu untuk membuatmu percaya padaku?
Sampai saat ini saat aku diberi kesempatan untuk dekat denganmu lagi saat itu
juga aku memegang sebuah komitmen, tak ingin ku menjalin hubungan berpacaran dengan siapapun, bagiku itu hanya
membuang-buang waktu saja. Aku setuju dengan kalimat papah pidi baiq dalam
novelnya yang berjudul dia adalah dilanku 1991 “tujuan berpacaran itu berpisah,
jika tidak putus pasti menikah dengan orang lain”. Kalimat itu membuatku yakin
untuk tidak berpacaran.
11.
Saat ini tanggal...
Sampai saat ini 1
april 2016, aku tetap memegang komitmenku tidak untuk berpacaran, aku yang
slalu memberikan semangat dan rasa percaya diri pada ghufrans kini malah
sebaliknya, aku yang kurang percaya diri. Hubunganku dengan ghufrans semakin jauh,
tanpa kontekan via apapun bentuk yang nyata, disisi lain aku mencoba terus
percaya di via Allah kita dekat, rindu yang aku titipkan pada-Nya semoga sampai
pada hati ghufrans. Sedih sekali rasanya, suasana ini berbeda tidak seperti
dulu sebelum orang lain tahu aku suka ghufrans.
Sekarang tak pernah ada canda, menyapa pun
enggan. Bagaimana bisa aku merasa ghufrans yang sekarang tak seperti dulu?? Ku
harap dugaan ku salah, ku harap ini hanya perasaanku saja. Semoga.....
Tak pernah tau
kesibukan dia seperti apa saat ini, ghufrans tak pernah memberikan kabar. Dia
hanya melakukan seenak dirinya saja, dan aku mengerti itu. Mungkin dia sibuk dengan mempersiapkan tujuan
hidupnya, karena ku tahu mempunyai mimpi yang begitu besar. Dan akupun sama,
aku menjalankan semua kewajibanku dan juga mimpi-mimpi besarku. Biarkan lah
kita seperti ini, aku percaya kita akan bertemu di masa depan nanti, entah
sebagai apapun itu kamu tetap kamu, kamu adalah ghufransku, teman hidupku.
Dengan siapapun kamu nanti aku tak peduli, tetap jadi ghufrans yang gagah untuk
orang yang memperdulikanmu.
Benakku slalu percaya dia terus memikirkan ku,
bahkan mendoakanku tapi bibirku berkata itu hanya sebuah kamuflase yang terus
membuatku berharap terlalu dalam, aku tak mau sakit bahkan jatuh untuk ke
lubang yang sama, ku coba untuk biasa, ternyata tidak mudah untuk mencoba
biasa.
Itu lah ceritaku tentang nya, tidak akan ada
habisnya jika ku ceritakan tentangnya. Ini bukan cerita akhirku, ceritaku akan
terus berlanjut, entah sampai kapan. Terimakasih sudah memberiku kesempatan untuk pernah sedekat
itu, dan terimakasih sudah melahirkan sosok ghufrans ke bumi ini mamah umi.
Maap aku yang slalu merindukan anakmu sampai anakmu bosan mendengarkan kata rinduku.
Dan maap aku membiarkan semua orang tahu “tentang rasaku terhadapmu Ghufrans”.
By: STAR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar